Posted by : Ahmad Sukarji Selasa, 12 Februari 2013



PENDAHULUAN
A. Latar belakang
Budidaya Ikan merupakan peluang usaha yang tidak pernah mati, kebutuhan ikan di masyarakat terus meningkat dan semakin meluas, sementara pasokan belum mencukupi. Kolam ikan dengan menggunakan terpal merupakan salah satu alternatif bagi para penghobi / pembudidaya ikan konsumsi maupun ikan hias baik itu yang masih pemula maupun yang sudah professional untuk membuat suatu kolam ikan dengan biaya yang relatif murah.
Karena itu bagi anda yang memiliki sedikit modal untuk memiliki kolam sendiri, cara ini merupakan cara yang sangat tepat karena kolam terpal hanya membutuhkan biaya pembuatan yang relatif murah dan sangat mudah untuk dibuat sendiri bila dibandingkan dengan kolam permanen (kolam beton) yang cenderung memiliki konstruksi pembuatan yang cukup rumit dan menghabiskan biaya yang relative besar.
Dalam budidaya ikan, orang lebih mengenal tambak, keramba, jaring apung, kolam air tenang dan kolam air deras. Selain itu,ada lagi kolam yang disebut kolam batu dan kolam plastik.
Kolam plastik, sebenarnya bukan istilah baru dan sudah digunakan meskipun terbatas di lingkungan lembaga perikanan. Kolam plastik, bukanlah kolam khusus yang terbuat dari plastik, tetapi tetap terbuat dari tanah. Hanya saja, karena tanah di daerah tentu adalah tanah yang porus/sarang (tidak dapat menahan air-Red) dan airnya bukanlah air yang mengalir. Lantas, agar air di kolam tersebut tidak cepat habis, maka dasar kolam dan pinggir kolam dilapisi oleh plastik tebal.
B. RUMUSAN MASALAH
Mengacu pada latar belakang tersebut, maka kami merumuskan masalah yaitu :
1.    Konturksi kolam/bak plastik
2.    Faktor Penting dalam pembuatan kolam/bak plastik
3.    Jenis-jenis media budidaya Plastik
4.    Kelebihan dan kelemahan kolam/bak plastik
5.    Aspek ekonomi budidaya media Plastik
6.    Cara budidaya ikan di kolam/bak plastik

C. TUJUAN
            Adapun tujuan dari pembuata makalah ini adaah untuk mengetahui seluk beluk tentang budidaya ikan menggunakan kolam/bak plastik.



PEMBAHASAN
A.   Konturksi Kolam/Bak Plastik
Adapun luas kolam plastik relatif kecil, yakni rata-rata 14 meter persegi dengan kedalaman air antara 10-60 cm. Kecuali untuk kolam Pendederan I dan Pendederan II, luasnya cukup 2 meter persegi dengan kedalaman air 10 cm.Begitu pula untuk ukuran super,luasnya dapat dua kali atau tiga kali lebih luas dibandingkan dengan kolam untuk ukuran benih lebih kecil dari ukuran super dan kedalamannnya dapat sampai 1 meter. Sedangkan ukuran panjang atau lebar kolam disesuaikan dengan keadaan lahan, misalnya di halaman rumah.Dengan kolam plastik, lahan  yang sempit dan air yang terbatas, bukan kendala lagi untuk membudidayakan dan mengembangkan kultivan. Sebab, kolam plastik ini merupakan usaha tani yang hemat lahan dan hemar air, bahkan mendatangkan keuntungan besar bagi para petani. Kolam terpal adalah kolam yang biaya pembuatannya sangat murah dan cocok untuk daerah yang tanahnya tidak bisa menyimpan air. Bahan yang dibutuhkan hanya terpal, sekam dan batako / bata merah. Kolam sebaiknya dibuat di tempat yang terkena sinar matahari langsung. Gali tanah dengan luas dan kedalaman sesuai dengan yang diinginkan. Tanah dari hasil galian kolam digunakan untuk membuat tanggul.  Padatkan tanggul supaya tanggul tersebut kuat. Permukaan tanggul diberi batako / bata merah. Setelah penggalian selesai, dasar kolam diberi sekam setinggi kurang lebih 10 cm. Terpal di pasang dan sisa terpal (10 cm) ditutupi dengan batu bata atau batako. Kolam siap diisi air. Kolam terpal bisa juga dibuat dengan tanpa melakukaan penggalian. Sebagai ganti galian kolam, bisa dibuat kerangka dari tumpukan batu bata atau batako.
B.   Faktor Penting Dalam Pembuatan Kolam/Bak Plastik
Terdapat beberapa faktor penting yang harus diperhatikan dalam pembuatan kolam terpal, diantaranya sebagai berikut :
·        Jenis ikan yang akan dibudidayakan. Hal ini karena tidak semua ikan cocok dibudidayakan dalam kolam terpal. Bahkan, ada beberapa jenis ikan yang tidak cukup hanya dengan air sebagai media hidupnya, tetapi membutuhkan media tambahan berupa lumpur. Sebagai contoh, belut membutuhkan dasar kolam yang berlumpur tebal dan mengandung bahan organik.
·        Ukuran ikan. Hal ini karena ukuran ikan berpengaruh terhadap ketinggian kolam. Sebagai contoh, untuk benih gurami yang masih kecil tidak dianjurkan untuk diletakkan ke dalam kolam yang dibuat terlalu tinggi, tetapi sebaiknya cukup 60 cm dengan ketinggian air 20-40 cm.
·         Keseimbangan antara volume air dengan kerangka penyangganya harus kuat. Bila volume air atau volume media lumpur (untuk belut) bertekanan cukup besar, kerangka penyangganya harus kuat. Begitu pula dengan kemampuan bahan terpalnya, bila tipis, sebaiknya tidak meletakkan ikan dengan volume yang besar sehingga tidak jebol.
·        Dasar untuk peletakan kolam terpal harus rata, begitu pula dengan kerangka tidak berbahan tajam yang dapat membuat terpal sobek atau berlubang. Bila tanah dasar tidak rata, sebaiknya diberi lapisan dari pelepah batang pisang atau sekam padi. Untuk kerangka yang menggunakan bambu belah, sebaiknya belahannya diletakkan di bagian luar dan jika kerangkanya terbuat dari besi, sebaiknya jangan gunakan yang mudah berkarat karena bisa membuat terpal sobek.
·        Pada waktu panen dan pascapanen diperlukan perlakuan yang baik sehingga terpal tidak rusak dan dapat digunakan untuk operasional berikutnya.
·        Saluran pembuangan air kolam yang dibuat dengan cara melubangi terpal sebaiknya dilakukan dengan hati-hati sehingga terpal tidak bocor atau dengan membuat saluran pembuangan sistem kapiler (dengan selang sedot).

C.   Kelebihan dan Kelemahan Kolam/Bak Plastik
Ø  Kelebihan
Sebenarnya budidaya media menggunakan plastik bukanlah model / teknik budidaya, karena plastik hanyalah sebagai tempat wadah untuk budidaya. Prinsip  kerja dari budidaya ini tergantung dari model teknologi yang digunakan. Model-model teknologi  yang biasa dipadukan adalah model budidaya sirkulasi,air tenang, ataupun model lainnya. Proses kerja dari budidaya ini sama dengan model budidaya lainnya seperti pada model budidaya menggunakan aquarium, kolam ataupun tambak. Plastik hanyalah sebagai media penahan air agar tingkat peresapan penggunaan air menjadi minimal, artinya model ini sangat cocok digunakan untuk daerah krisis air dan bertanah berpasir yang tidak memungkinkan untuk membuat pematang tambak.  Model ini juga dapat digunakan untuk daerah kota, pembuatan laboratorium penelitian genetik ikan untuk tujuan pengembangan benih unggul, toko penjualan ikan hias dan lain-lain. Keunggulan dari metode ini adalah sisi praktis yaitu menghemat ruang / tempat budidaya, mudah dipindahkan sehinggah untuk budidaya yang membutuhkan  teknik pengontrolan suhu , kodisi air , oksigen dan sebagainya dapat dilakukan dengan cukup mudah.
Ø  Kelemahan
Kelemahan dari model ini adalah keterbatasan suplai nutrient dari tanah karena model ini membuat adanya pembatas antara tanah dengan air, akibatnya nutrien hanya bisa disuplai dari pakan ataupun kalaupun ada dari air jumlahnya cukup terbatas. Model ini tidak berarti mematikan aktifitas fotosintesis hanya saja aktifitas ini akan sangat terbatas peranannya untuk suplai pakan kultivan artinya metode ini mengingikan suplai nutrient yang terkontrol untuk kultivan olehnya model ini identik dengan budidaya intensif .

D.   Jenis-jenis Media Budidaya Kolam Plastik
Adapun model-model media budidaya ini  sangat tergantung dari spesies kultivan dan tujuan pemeliharaan kultivan. Model- model itu antara lain adalah:
§  Model tampah dudukan biasanya terbuat dari terpal yang bagian luar dilapisi kayu sebagai penahan biasanya model ini berbentuk persegi atau persegi panjang. Model lain adalah bahan fiber glass dengan bentuk yang sama.

§  Model tertanam dalam tanah  yaitu model media budidaya dengan terlebih dahulu membuat galian yang menyerupai  model tambak kemudian bagian dasar dan sisi pematang dibuatkan penutup berupa terpal plastik tebal. Terpal ini kemudian direntangan mengikuti pola yang telah dibuat sebelumnya.

             
              

§  Model dudukan yaitu model media dengan menggunakan dudukan langsung atau dibuatkan dudukan khusus. Model dudukan langsung biasanya ditemukan pada media Fiber Glass yang mempunyai bentuk beragam mulai dari oval, bulat ataupun model lainnya. Sedangkan yang dibuatkan dudukan khusus biasaya terbuat dari terpal atau wadah bekas dari plastik.
§  Model bersusun biasanya digunakan untuk ikan hias yang dibuatkan tempat wadah khusus . model ini dapat berupa rak penyimpangan wadah, biasanya model ini menggunakan besi atau kayu dengan media fiber glass sebagai tempat ikan. Aplikasi dari model ini sering diterapkan pada ikan hias yang berukuran kecil dengan menggunakan wadah kecil seperti toples kue, botol bekas air mineral, ember dan lain-lain. Selain itu ada juga yang berukuran besar degan fiber glass biasanya berbentuk persegi bersusun dengan  ruang untuk bagian antara media satu dengan lain. Ini penting untuk suplai oksigen dan pertukaran udara dan  kestabilan suhu secara teratur.

 

E.   Aspek Ekonomi Budidaya Media Plastik
Ada beberapa pertimbangan yang perlu diperhatikan sebelum memutuskan menggunakan media plastik yaitu:
  1. Spesies budidaya maksudnya adalah spesies seperti apa yang cocok dengan media plastik, sesuai dengan selera konsumen, menguntungkan  dan sebagainya.
  2. Teknologi budidaya maksudnya peralatan  apa yang harus digunakan untuk menggunakan media plastik.
Analisis usaha maksudnya adalah seperti apa keunggulan usaha itu, seberapa besar peluang usahanya,seperti apa ancamannya dan apa kekurangannya. Analisis sederhana ini dimaksudkan untuk mengetahui bagaimana cara mengunakan keunggulan usaha, mengunakan peluang usaha, menanggulangi ancaman, dan meminimalkan kelemahan. Model perhitungan analisis kelayakan usaha sederhana. Adapun model perhitungan analisis sederhana  dapat dijelaskan sebagai berikut:
Pertama adalah membuat perencanaan keuangan yaitu dengan membuat perkiraan biaya untuk usaha maksudnya mendeteksi sumber-sumber pembiayaan secara cermat dengan memperhatikan aspek teknis yang digunakan untuk usaha.
Kedua adalah membuat analisis keuangan dengan pendekatan asumsi teknis  untuk pemasukan keuagan dari hasil usaha. Aspek yang dimaksud disini adalah asumsi tingkat mortalitas (kapasitas produksi), harga pasar, permitaan pasar, model permintaan pasar, dan lain-lain.
Adapun model pendekatan yang dimaksud adalah:
Biaya Investasi yaitu besarnya biaya yang dikeluarkan untuk menghasilkan produksi tetapi tidak habis digunakan dalam satu kali produksi atau dapat dipergunakan untuk jangka waktu produksi tertentu. Misalnya untuk budidaya lele dumbo dimedia plastik dengan sirkulasi dibutuhkan peralatan Seperti:
a.    Pembelian  fiber glass untuk wadah budidaya
b.    Bak filter
c.    Waring
d.    Pompa celup

F.    Cara Budidaya Ikan di Kolam/Bak Plastik
Secara umum, budidaya ikan menggunakan media plastik atau kolam plastik semuanya sama. Jika ada perbedaan, biasanya dari segi teknik pembudidayaan atau perlakuan khusus terhadap kultivan yang tidak terlalu berbeda dengan budidaya ikan di kolam/bak plastik secara umum. Adapun cara budidaya ikan di kolam/bak plastik dengan contoh budidaya ikan lele adalah sebagai berikut.
Budidaya lele adalah salah satu bisnis yang cukup menjanjikan. Betapa tidak permintaan pasar akan ketersediaan ikan lele semakin besar dari tahun ke tahun. Dalam hal ini ikan lele yang paling mudah dibudidayakan adalah ikan lele dumbo. Selain memiliki tekstur daging yang renyah sehingga diminati banyak orang, ikan lele dumbo juga merupakan jenis lele yang cepat besar, dan dalam perawatannya juga sangat mudah dilakukan.
ü  Budidaya Ikan Lele Untuk Pembibitan
Hal yang perlu diketahui bila ingin membudidayakan ikan lele, khusus pada bidang pembibitan adalah saat pemijahan dan penetesan telur lele. Setelah menetas bibit ikan lele dapat dijual kepada peternak lain untuk dibesarkan atau dipelihari kembali hingga besar. Karena bibit lele langsung bisa dijual ketika menetas, sehingga merupakan salah satu peluang usaha yang cukup menjanjikan.
Penyediaan bibit ikan lele dengan ukuran 2-3 cm dapat tercapai ketika usia penetasan sudah mencapai sebulan. Umumnya pemeliharaan bibit dilakukan di kolom berlumpur atau sawah yang memerlukan lahan yang relatif lebih luas. Tetapi pemeliharaan bibit ikan lele juga sebenarnya bisa dilakukan di kolam plastik, meski hal ini tidak bisa dilukan dalam jumlah polulasi bibit yang terlalu besar. Agar bibit ikan lele cepat besar ketika memiliharanya pada kolam plastik, maka hal yang harus dilakukan adalah memberikan makanan berupa pelet yang cukup setiap harinya.
Untuk menjadikan bibit ikan lele hingga ukuran 5-7 cm, maka perlu waktu hingga 2 bulan. Setelah bibit mencapai ukuran ini, maka sejatinya sudah bisa dijual sebagai bibit yang mendatangkan profit bagi peternak.

ü  Budidaya Ikan Lele Untuk Konsumsi
Lele untuk keperluan konsumsi dapat dipelihara ketika mencapai
ukuran 5-7 cm. Ukuran bibit yang lebih besar, akan lebih baik pula untuk dibudidayakan. Agar panen berlangsung dengan cepat, yaitu sekitar 3-4 bulan masa budidaya, maka ikan harus diberi makanan ekstra dan optimal. Budidaya ikan lele untuk konsumsi dinilai cukup mudah, sebab ikan dengan ukuran lebih besar akan lebih tahan terhadap penyakit.

ü  Persiapan Pembuatan Kolam Plastik
Hal yang paling utama dilakukan ketika ingin membudidayakan ikan lele untuk tujuan konsumsi adalah mempersiapakan tempat budidaya. Dalam hal ini dilakukan di kolam Plastik, sehingga pembuatan kolam plastik adalah hal yang paling penting untuk dilakukan.
Dalam persiapan kolam plastik dibutuhkan material berupa plastik dan persiapan perangkat pendukung lainnya. Untuk 100 ekor ikan lele, maka kolam yang harus dipersiapkan adalah dengan ukuran 2 x 1x 0.6 meter. Pembuatan kolam bisa dilakukan dengan menggali tanah dan kemudian diberi plastik atau dengan membuat rangka dari kayu dan kemudian diberi plastik. Cara menggali tanah yang kemudian diberi plastik adalah cara yang paling tepat karena akan membuat kondisi plastik lebih tahan lama.

ü  Pemeliharaan Ikan Lele
Kolam plastik yang sudah tersedia, kemudian diisi dengan air yang tidak terlalu dalam terlebih dahulu. Untuk bibit ikan lele yang berukuran 5-7 cm bisi diisi dengan air 40 cm. Hal ini dilakukan agar anakan ikan tidak merasa capek naik turun dari dasar kolam untuk mengambil oksigen. Seiring dengan pertambahan usia dan juga ukuran tubuh ikan lele, maka kedalaman air kolam juga bisa dilakukan. Perlu disediakan pula rumpun atau pelindung untuk lele. Karena lele merupakan ikan yang senang bersembunyi di daerah tertutup.
Pemberian pakan pelet dilakukan 2 kali sehari. Lebih bagus dilakukan pemberian makanan lebih dari dua kali sehari, tetapi dengan jumlah yang lebih sedikit. Bila lingkungan tersedia pakan alami seperti bekicot, kerang, keong emas, rayap dan lain-lain, dapat dilakukan untuk menambah makanan alami untuk lele. Makanan alami ini selain menghemat pengeluaran juga bisa memberi kandungan protein yang tinggi sehingga pertumbuhan lele akan lebih cepat.
Penggantian air kolam plastik juga perlu dilakukan 10-30 persen setiap minggu. Meski ikan lele dianggap tahan terhadap kondisi air, tetapi bila air kolam plastik tidak diganti akan membuat kondisi air menjadi bau. Dengan kondisi air yang berbau akan membuat ikan lele mudah diserang penyakit.
Khusus untuk ikan lele pada usia 1 bulan, perlu dilakukan seleksi dan  pemisahan yang memiliki ukuran yang berbeda.Meski Lele dumbo tahan terhadap kondisi air yang buruk ada baiknya perlu diganti air sekitar 10-30% setiap minggu, agar kolam tidak terlalu kotor dan berbau. Penyakit pada ikan lele mudah menyerang pada air dengan kondisi yang kotor. Pada usia satu sbulan atau lebih, maka jika diperlukan perlu dilakukan seleksi dan pemisahan lele yang memiliki ukuran yang berbeda. Biasanya lele mengalami pertumbuhan yang tidak sama, sehingga jika tidak dipisahkan lele dengan ukuran kecil akan kalah bersaing dalam berebut makanan. Selain itu pisahkan jika ada ikan yang terindikasi terserang penyakit agar tidak menular.



PENUTUP
A.   KESIMPULAN
Budidaya ikan dengan bak/kolam plastik adalah budidaya yang dilakukan sebagi alternatif dalam budidaya untuk mengatasi keterbatasan lahan budidaya dan cara budidaya yang praktis.

Leave a Reply

Tolong Komentarnya ya... Biar aku bisa memperbaaiki apa yang kurang dan salah.
Mohon bantuannya ^_^

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

My Blog List

Statistik Uchiha Arjhi'e

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Foto XII IPS 2 #11

Foto XII IPS 2 #11
http://www.facebook.com/arjhie.jenege
Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Uchiha Arjhi'e

Google+ Badge

Gabung Yuk

Follow My

Digital clock

Mengenai Saya

Foto Saya

Assalamu allaikum Wr. Wb.

Saya Ahmad Sukarji ( Arji'e ), Selalu ingin mencoba apa yang ku anggap itu menyenangkan, menyehatkan, bermanfaat dan baik untuk diri saya, yang jelas tidk melenceng dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Saya orangnya suka melukis, menurut saya melukis adalah jiwa saya sejak saya kecil hingga saat ini. Ku harap saya bisa menjdi seseorang yang dapat bermanfaat bagi masyarakat, NKRI, sahabat-sahabat ku, dan keluarga ku. Aminnn ya  robal allamin.

Wasalamu allaikum Wr. Wb.

Fish

GooooooooooooLeiii

Memuat...
Welcome to My Blog

Love/Friendship

Morre Life Morre Friend Morre Love #Uchiha Clan

Popular Post

Blogger templates

Labels

Blogger templates

Labels

Labels

- Copyright © Love/Friendship -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -