Posted by : Ahmad Sukarji Selasa, 07 Mei 2013


LAPORAN PRAKTIKUM MANA
JEMEN AKUAKULTUR TAWAR (HATCHERY)

            MANAJEMEN PEMBERIAN PAKAN TERHADAP PERTUMBUHAN IKAN LELE      ( Clarias batrachus )


  AHMAD SUKARJI_
L221 11 262




       



  

JURUSAN PERIKANAN
FAKULTAS ILMU KELAUTAN DAN PERIKANAN
UNIVERSITAS HASANUDDIN
MAKASSAR
2013




                                                                                  I.    PENDAHULUAN
I.  1. Latar Belakang
Perikanan merupakan suatu bidang ilmu yang terus berubah dan berkembang. Sebagai  ilmu yang mempelajari segala sesuatu yang berhubungan dengan  penangkapan, pemiaraan, dan pembudidayaan ikan, ilmu perikanan sangat membantu pencapaian sasaran pembangunan nasional, yakni masyarakat maritim yang mandiri.  Karenanya, ilmu perikanan harus terus dikaji dan dikembangkan terutama oleh dosen dan mahasiswa perikanan sebagai ujung tombak pengembangan dan penerapan  teknologi perikanan. Sebagaimana ilmi-ilmu terapan yang lain, pengembangan ilmu dan teknologi perikanan sangat ditentukan oleh pengetahuan dasar yang memadai, antara lain fisiologi. (Fujaya, 2004).
Menurut Mudjiman (1998), pertumbuhan didefinisikan sebagai perubahan ikan dalam berat, ukuran, maupun volume seiring dengan berubahnya waktu. Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan ikan itu sendiri seperti umur, dan sifat genetik ikan yang meliputi keturunan, kemampuan untuk memanfaatkan makanan dan ketahanan terhadap penyakit. Faktor eksternal merupakan faktor yang berkaitan dengan lingkungan tempat hidup ikan yang meliputi sifat fisika dan kimia air, ruang gerak dan ketersediaan makanan dari segi kualitas dan kuantitas.
Di Indonesia, Ikan Lele mempunyai beberapa nama daerah, antara lain: ikan kalang (Padang), Ikan maut (Gayo, Aceh), ikan pintet (Kalimantan Selatan), ikan keling (Makasar), ikan cepi (Bugis),I kan lele atau lindi (Jawa Tengah). Sedang di negara lain dikenal dengan nama mali (Afrika), plamond (Thailand), ikan keli (Malaysia), gura magura (Srilangka), dan ca tre trang (Jepang). Dalam bahasa Inggris disebut pula catfish, siluroid, mudfish dan walking catfish. Ikan lele tidak pernah ditemukan di air payau atau air asin. Habitatnya di sungai dengan arus air yang perlahan, rawa, telaga, waduk, sawah yang tergenang air. Ikan lele bersifat noctural, yaitu aktif bergerak mencari makanan pada malam hari. Pada siang hari, ikan lele berdiam diri dan berlindung di tempat-tempat gelap. Di alam ikan lele memijah pada musim penghujan ( Soebandri, 2012).
I.  2. Tujuan dan Kegunaan
Tujuan dilakukannya praktikum ini adalah mahasiswa dapat mengetahui cara beserta teknik pemeliharaan dan perawatan ikan yang baik, serta bagaimana cara penaganannya agar mahasiswa dapat membandingkan, dan megetahui ilmu yang di dapatkan di bangku kuliah atau di dalam kelas berdasarkan teori yang ada dengan kenyataan yang terjadi pada lapangan untuk dijadikan pengetahuan tambahan dalam kegiatan budidaya.
Kegunaan dilakukannya praktikum terpadu Manajemen Akuakultur Tawar adalah agar mahasiswa lebih dapat memahami dalam membandingkan, dan megetahui ilmu yang di dapatkan di bangku kuliah atau di dalam kelas berdasarkan teori yang ada dengan kenyataan yang terjadi pada lapangan untuk dijadikan pengetahuan tambahan.


 II.            METODOLOGI PRAKTIKUM
II. 1. Waktu dan Tempat
Praktikum Manajemen Akuakultur Tawar ini dilakukan pada hari Senin, 1 – 30 April 2013. Bertempat di Hatchery, Jurusan Perikanan, Fakultas Ilmu Kelautan dan Perikanan, Universitas Hasanuddin, Makassar.
II. 2. Alat dan Bahan
Alat dan bahan yang digunakan pada praktikum Manajemen Akuakultur Tawar ini dapat dilihat dari pada tabel 1 dan 2 di bawah ini :
Tabel 1. Alat yang digunakan beserta fungsi.
No.
Alat
Fungsi
1.
Timbangan elektrik
Sebagi pengukur berat ikan.
2.
Aerator
Sebagai penyuplai oksigen.
3.
Akuarium
Sebagai wadah media hidup pemeliharaan ikan.
4.
Selang
Sebagai penyipon, penyaluran air pada pengisian akuarium

Tabel 2. Bahan yang digunakan serta fungsi.
No.
Bahan
Fungsi
1.
Air
Sebagai media hidup ikan.
2.
Pakan
Sebagai pemenuh kebutuhan nutrisi ikan.
3.
Ikan lele
Sebagai obyek praktikum.

II. 3. Prosedur Kerja
Berikut adalah prosedur kerja yang dilakukan pada kegiatan praktikum Manajemen Akuakultur Tawar  kali ini adalah menyiapkan segala peralatan yang dibutuhkan dalam praktikum. Setelah itu lakukan pencucian akuarium hingga bersih, setelah bersih akuarium di isi dengan air sekitar ¾ dari tinggi akuarium, pasangkan aerator diamkan semalaman penuh, siapkan benih ikan lele yang sehat serta berukuran 1-3 cm sebanyak 20 ekor yang sebelumnya telah ditimbang berat badannya, aklimatisasikan ikan selama 5 menit, dan yang terakhir lakukan pengontorolan setiap hari (kecuali hari libur) ikan dimulai dari pembagian kerja untuk memberikan pakan, mengganti air hingga minggu ke- 4 (sebulan), serta melakukan proses dokumentasi.

                                                           III.           HASIL DAN PEMBAHASAN
III. 1.  Hasil
Berdasarkan praktikum yang telah dilakukan  dapat dilihat pada gambar dan tabel hasil pengukuran berat bobot tubuh Ikan Lele awal dan akhir serta pembagian jadwal kerja di bawah ini:
Gambar 1.  Benih Ikan Lele ( Clarias batrachus ).

keterangan : Benih Ikan Lele yang berukuran 1-3 cm.

Gambar 2. Akuarium Tempat Pemeliharaan Ikan Lele ( Clarias batrachus ).



Keterangan : Akuarium yang digunakan pada pemeliharaan ikan lele.

Tabel 1. Rata – Rata Berat Awal dan Berat Akhir Ikan Lele Selama 4 Minggu.
No.
Berat Awal Rata- Rata ( gram)
Berat Akhir Rata-Rata ( gram)
1
1,25
1,13
Tabel 3. Jadwal Pembagian Kerja Hingga Minggu ke- 4
Hari
Petugas Kerja
Kegiatan
Senin
Ahmad Sukarji
Memberi pakan
Selasa
Hardiansyah Wirabuana
Memberi pakan
Rabu
Kamis
Sahariah
Muliana
Memberi pakan
Memberi pakan
Kamis
Bersama
Memberi pakan dan membersihkan atau penyimponan akuarium

III. 2 Pembahasan
Klasifikasi ikan lele menurut Hasanuddin Saanin dalam Djatmika dkk (1986) adalah:
Kingdom          : Animalia
     Sub-kingdom    : Metazoa
          Phyllum           : Chordata
               Sub-phyllum : Vertebrata
                       Kelas        : Pisces
                            Sub-kelas    : Teleostei
                                  Ordo           : Ostariophysi
                                        Sub-ordo     : Siluroidea
                                              Familia       : Clariidae
                                                     Genus        : Clarias
                                                            Spesies    :   Clarias batrachus

Benih ikan yang sehat dipisahkan dari benih ikan yang tidak sehat ke dalam wadah yang berlainan. Tanda-tanda benih ikan yang tidak sehat adalah gerakan lamban dan tubuhnya tidak segar, sedangkan tanda-tanda benih ikan yang sehat adalah tubuhnya segar, tidak cacat dan berenang dengan lincah (gesit). Benih-benih ikan dipisah-pisahkan berdasarkan ukuran tubuhnya menjadi kelompok-kelompok yang berukuran sama. Pemeliharaan benih yang memiliki ukuran sama bertujuan agar pada saat panen diperoleh ukuran ikan yang seragam. Disamping itu, keseragaman benih ikan dapat memudahkan pemeliharaannya, terutama dalam pemberian pakan (Cahyono 2000).
Pertumbuhan ikan dipengaruhi oleh faktor internal dan eksternal. Faktor internal merupakan faktor-faktor yang berhubungan dengan ikan itu sendiri seperti umur, dan sifat genetik ikan yang meliputi keturunan, kemampuan untuk memanfaatkan makanan dan ketahanan terhadap penyakit. Faktor eksternal merupakan faktor yang berkaitan dengan lingkungan tempat hidup ikan yang meliputi sifat fisika dan kimia air, ruang gerak dan ketersediaan makanan dari segi kualitas dan kuantitas ( Mudjiman, 1998).
 Pemberian pakan pada benih ikan umur 7 sampai 15 hari biasanya diberi pakan dalam bentuk tepung dan remah. Benih umur 15 sampai 30 hari dapat diberi pakan berupa pelet yang berdiameter ± 1 mm atau disesuaikan dengan bukaan mulut ikan. Pakan ini diberikan 3-5 kali sehari (Soetomo, 1987).
Dalam manajemen pemberian pakan ada 6 faktor yang harus diperhatikan, yaitu :
1.      Feeding frekuensi                                        
2.      Feeding time                                                             
3.      Feeding behaviour                                              
4.      Feeding habits                                                   
5.      Feeding periodicity                                                    
6.      Feeding level
2.4. Tingkat kelangsungan hidup. (Darwinsyah, 2013).
Kelangsungan hidup adalah peluang hidup suatu individu dalam waktu tertentu, sedangkan mortalitas adalah kematian yang terjadi pada suatu populasi organisme yang menyebabkan berkurangnya jumlah individu di populasi tersebut (Effendi, 1979). Tingkat kelangsungan hidup akan menentukan produksi yang diperoleh dan erat kaitannya dengan ukuran ikan yang dipelihara.
Kelangsungan hidup benih ditentukan oleh kualitas induk, kualitas telur, kualitas air serta perbandingan antara jumlah makanan dan kepadatannya. Padat tebar yang terjadi dapat menjadi salah satu penyebab rendahnya tingkat kelangsungan hidup suatu organisme, terlihat kecenderungannya bahwa makin meningkat padat tebar ikan maka tingkat kelangsungan hidupnya akan makin kecil (Allen, 1974).
Nilai tingkat kelangsungan hidup ikan rata-rata yang baik berkisar antara 73,5-86,0 %. Kelangsungan hidup ikan ditentukan oleh beberapa faktor, diantaranya kualitas air meliputi suhu, kadar amoniak dan nitrit, oksigen yang terlarut, dan tingkat keasaman (pH) perairan, serta rasio antara jumlah pakan dengan kepadatan (DEPTAN, 1999).
Frekuensi pemberian pakan adalah jumlah pemberian pakan per satuan waktu, misalnya dalam satu hari pakan diberikan tiga kali. Pada ukuran larva frekuensi pemberian pakan harus tinggi karena laju pengosongan lambungnya lebih cepat, dan dengan semakin besarnya ukuran ikan yang dipelihara maka frekuensi pemberian pakannya semakin jarang. Laju evakuasi pakan didalam lambung atau pengosongan lambung ini tergantung pada ukuran dan jenis ikan kultur, serta suhu air (Effendi, 2004). Untuk ikan lele, satu sampai tiga hari setelah tebar pakan diberikan empat kali dalam sehari dan setelah itu tiga kali.
Didalam pengelolaan pemberian pakan tentunya dituntut untuk membuat manajemen pemberian pakan yang efektif dan efisien sehingga pembesaran ikan lele dapat optimal. Selain itu ketersediaan pakan dan oksigen sangat penting bagi ikan untuk keberlangsungan pertumbuhannya. Pemberian pakan pada ikan yang dibesarkan harus dilakukan secara tepat, jumlah, ukuranan sifat pakan, teknik serta waktu pemberian pakan. Hal ini penting supaya nantinya kita benar-benar mengetahui secara pasti teknik pemberian pakan yang benar dan baik.Sebelum kegiatan yang terakhir praktikum ini mengalami kegagalan total sebanyak 3 kali pengulangan yang di tandai kematian total pada sampel benih ikan lele sebelum mencapai 4 minggu. Pada percobaan yang ke- 4 baru percobaan bisa dikatakan berhasil.
Berdasarkan hasil praktikum Laju pertumbuhan memperlihatkan   kurang baik. Ini  bisa jadi diakibatkan oleh human error yaitu faktor kurang teliti pada saat melakukan penimbangan sampel ikan serta pengukuran panjang sampel ikan lele tersebut, sehingga adanya perkiraan atau kira-kira pada hasil sampling. Terkait dengan hasil minggu ke-4 yang laju pertumbuhannya menurun, ini dikarenakan  pada saat kita melakukan sampling, sampel ikan yang terambil berukuran dan berbobot kecil, sehingga hasil yang diperoleh pun seakan – akan menunjukkan laju pertumbuhan yang rendah.

  
IV.          KESIMPULAN DAN SARAN
IV. 1.  Kesimpulan
Berdasarkan hasil praktikum yang telah dilakukan maka,dapat disimpulkan bahwa praktikum yang kita lakukan terhadap pengelolaan pemberian pakan terhadap ikan lele, yaitu:
1.    Hasil praktikum yang diperoleh dalam waktu ±4 minggu dengan jumlah total ikan lele ketika pertama kali di masukan kedalam kolam/bak adalah 20 ekor.
2.    Kematian total pada percobaan 1–3 ini disebabkan oleh tingkat kepadatan yang tinggi yang tidak terlalu tinggi terhadap benih ikan lele yang kita pelihara dan mungkin disebabkan karena kualitas air, suhu,DO.
3.    Efisiensi asupan makanan/pakan dan factor lingkungan baik dari internal maupun eksternal serta benih yang dipelihara dalam kondisi sakit atau tidak sehat.

IV. 2. Saran
Saran yang dapat aku berikan adalah saat praktikum tawar benih ikan lele sangat sulit untuk di cari, kalaw bisa asisten memberikan ikan uji tidak terlalu susah di cari benihnya. Saran untuk Sri Wahyuni Firman adalah kakak harus lebih sabar dan tolong jelaskan lebih rinci bagaimana cara praktik ikan lele di Hatchery.



DAFTAR PUSTAKA
Allen. 1974. Pengukuran Tingkat Kelangsungan Hidup, Laju Pertumbuhan dan Efisiensi Penggunaan Makanan pada Ikan lele. (Dalam). http://kontraksiikanlele.blogspot.com. Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.00 WITA. Makassar.
Cahyono. 2000. Laporan Praktikum Manajemen Akuakultur Tawar. (Dalam). http://my.opera.com. Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 10.00 WITA. Makassar.
Darwinsyah. 2013. Pengukuran Tingkat Kelangsungan Hidup, Laju Pertumbuhan dan Efisiensi Penggunaan Makanan pada Ikan lele. (Dalam). http://kontraksiikanlele.blogspot.com. Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.00 WITA. Makassar.
DEPTAN. 1999. Pengukuran Tingkat Kelangsungan Hidup, Laju Pertumbuhan dan Efisiensi Penggunaan Makanan pada Ikan lele. (Dalam). http://kontraksiikanlele.blogspot.com. Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.00 WITA. Makassar.
Effendi. 2004. Pengukuran Tingkat Kelangsungan Hidup, Laju Pertumbuhan dan Efisiensi Penggunaan Makanan pada Ikan lele. (Dalam). http://kontraksiikanlele.blogspot.com. Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.00 WITA. Makassar.
Effendi. 1979. Pengukuran Tingkat Kelangsungan Hidup, Laju Pertumbuhan dan Efisiensi Penggunaan Makanan pada Ikan lele. (Dalam). http://kontraksiikanlele.blogspot.com. Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.00 WITA. Makassar.
Fujaya Yushinta.         2004. Pengertian Hematologi Ilmu. (Dalam). http://teguhheriyanto.blogspot.com/archive.html. Diakses pada hari Minggu, 24 Maret 2013. Pukul 16.04 WITA. Makassar.
Mudjiman. 1998. Pengukuran Tingkat Kelangsungan Hidup, Laju Pertumbuhan dan Efisiensi Penggunaan Makanan pada Ikan lele. (Dalam). http://kontraksiikanlele.blogspot.com. Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.00 WITA. Makassar.
Soebandri, Sahi. 2011. Menghitung Indeks Kematangan Gonad. (Dalam). http://soebandri-sahi.blogspot.com. Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.10 WITA. Makassar.
Saanin, Hasanuddin dalam Djatmika dkk.  1986. Menghitung Indeks Kematangan Gonad. (Dalam). http://soebandri-sahi.blogspot.com. Diakses pada hari Minggu, 5 Mei 2013. Pada pukul 11.10 WITA.


 


 


Leave a Reply

Tolong Komentarnya ya... Biar aku bisa memperbaaiki apa yang kurang dan salah.
Mohon bantuannya ^_^

Subscribe to Posts | Subscribe to Comments

My Blog List

Statistik Uchiha Arjhi'e

You can replace this text by going to "Layout" and then "Page Elements" section. Edit " About "

Foto XII IPS 2 #11

Foto XII IPS 2 #11
http://www.facebook.com/arjhie.jenege
Diberdayakan oleh Blogger.

Google+ Uchiha Arjhi'e

Google+ Badge

Gabung Yuk

Follow My

Digital clock

Mengenai Saya

Foto Saya

Assalamu allaikum Wr. Wb.

Saya Ahmad Sukarji ( Arji'e ), Selalu ingin mencoba apa yang ku anggap itu menyenangkan, menyehatkan, bermanfaat dan baik untuk diri saya, yang jelas tidk melenceng dari ajaran Nabi Muhammad SAW. Saya orangnya suka melukis, menurut saya melukis adalah jiwa saya sejak saya kecil hingga saat ini. Ku harap saya bisa menjdi seseorang yang dapat bermanfaat bagi masyarakat, NKRI, sahabat-sahabat ku, dan keluarga ku. Aminnn ya  robal allamin.

Wasalamu allaikum Wr. Wb.

Fish

GooooooooooooLeiii

Memuat...
Welcome to My Blog

Love/Friendship

Morre Life Morre Friend Morre Love #Uchiha Clan

Popular Post

Blogger templates

Labels

Blogger templates

Labels

Labels

- Copyright © Love/Friendship -Robotic Notes- Powered by Blogger - Designed by Johanes Djogan -